Tentang Evi Idawati

WIKIPEDIA - Evi Idawati lahir di Demak, 9 Desember 1973. Masa kecil Evi Idawati dijalaninya di Kota Demak hingga kemudian hijrah ke Kota Yogyakarta tahun 1991 untuk kuliah di Jurusan Teater Institut Seni Indonesia Yogyakarta. Tahun 2001 Evi Idawati kembali ke bangku kuliah dan memilih belajar di Universitas Ahmad Dahlan Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Tidak merasa cukup dengan pendidikan yang telah ditempuhnya, tahun 2013 Evi mendatangi lagi kampus Institut Seni Indonesia Yogyakarta dan mengikuti kuliah pada program Magister Penciptaan dan Pengkajian Seni di kampus yang berpusat di Jalan Parangtritis itu.

Dunia sastra mulai digeluti Evi Idawati sejak tahun 1990-an. Di Yogyakarta, bakat dan minat seni Evi Idawati mendapat wadah untuk berkembang. Di kota ini dia kemudian dikenal sebagai aktris teater dan sinetron, penulis skenario, sutradara, penyair, cerpenis, esais, dan novelis. Karya sastranya terpublikasi di berbagai media massa dan puluhan antologi bersama. Selain itu, Ketua Imagination Space of Art and Culture dan Ketua Imagination School ini juga menerbitkan beberapa novel, kumpulan puisi, dan kumpulan cerpen sendiri.

Media massa yang pernah menerbitkan karya-karya Evi Idawati di antaranya Kompas, Republika, Nova, Suara Pembaharuan, Horison, Suara Merdeka, Wawasan, Kedaulatan Rakyat, Bernas, Minggu Pagi, Solo Pos, Suara Karya, Jurnal Puisi, Fadillah, Kreativa, Kendari Pos, Jurnal Sajak, Majalah Pusat, dan Surah Sastra. Satu di antara cerpennya menjadi pemenang pertama dalam Pekan Seni Mahasiswa Nasional. Selain cerpen dan puisi, Evi Idawati juga menulis naskah drama dan novel.

Dalam dunia panggung, Evi Idawati tercatat pernah membacakan puisi Iman Budhi Santosa dalam pagelaran tunggal “Satu Jam Bersama Evi Idawati” di Purna Budaya Yogyakarta (2000), membacakan puisi Abdul Wachid B.S. dalam acara “Cakrawala Sastra Indonesia” di Gedung Kesenian Jakarta (17 September 2004), membaca puisi dalam acara Sastra Bulan Purnama di Museum Rumah Budaya Tembi, membaca puisi dalam Festival Islam Internasional, Muktamar Penyair, Temu Sastrawati Nasional, Pertemuan Penyair Nusantara, Jakarta International Literary Festival 2011, dan lain-lain. Evi Idawati juga pernah tampil di hadapan Susilo Bambang Yudhoyono di Gedung Agung (Istana Negara Yogyakarta) saat jenderal TNI purnawirawan dan guru besar Universitas Pertahanan Indonesia itu masih aktif sebagai Presiden Republik Indonesia.

Di bidang seni peran, penyair peraih Hadiah Sastra Yogya ini pernah pentas drama, menjadi aktris sinetron, dan menjadi pemeran FTV. Tidak cukup mementaskan, Evi Idawati pun berkiprah sebagai sutradara untuk film Telapak Tangan Jonggrang (2010).

Kumpulan puisi

  1. Pengantin Sepi (Moestikawacana, 2002; kata pengantar Prof. Dr. Suminto A. Sayuti)
  2. Namaku Sunyi (Adi Wacana, 2005; kata pengantar Acep Iwan Saidi; kata penutup Prof. Dr. Suminto A. Sayuti)
  3. Imaji dari Batas Negeri (Isac Book, 2008) 
  4. Mencintaimu (Isac Book, 2010)
  5. 9 Kubah (Isac Book, 2013)
Kumpulan cerita pendek
  1. Mahar (Gita Nagari, 2003)
  2. Malam Perkawinan (Grasindo, 2005)
  3. Perempuan Kedua (Pilar Media, 2005) 
Novel
  1. Teratak (Isac Book, 2009)
Karya bersama
  1. Antologi Penyair Jateng (1993) 
  2. Lirik-lirik Kemenangan (Taman Budaya Yogyakarta, 1993) 
  3. Ketika Layar Turun (1994) 
  4. Zamrud Khatulistiwa (Balai Bahasa Yogyakarta, 1997) 
  5. Embun Tajali (Festival Kesenian Yogyakarta, 2000) 
  6. Filantropi (2001) 
  7. Akar Rumput (2002) 
  8. Kemilau Musim (2003) 
  9. Kopiyah dan Kun Fayakun (2003) 
  10. Puisi Tak Pernah Pergi (Kompas, 2003) 
  11. Di Batas Kota (2003) 
  12. Cerita Pengantin (2004) 
  13. Pesona Gemilang Musim (2004) 
  14. Bacalah Cinta (2005) 
  15. Dokumen Jibril (Republika, 2005) 
  16. Maha Duka Aceh (2005) 
  17. Surat Putih 3 (2005) 
  18. Karena Namaku Perempuan (2005) 
  19. Robingah, Cintailah Aku (2007) 
  20. Antariksa Dada (2008) 
  21. Malioboro (Balai Bahasa, 2009) 
  22. Bertahta di Atasnya (Bahasa Rusia, 2009) 
  23. Pilar Penyair (2010) 
  24. Perempuan Bermulut Api (Balai Bahasa, 2010) 
  25. Akulah Musi (2012) 
  26. Narasi Tembuni (Antologi KSI Award, 2012) 
  27. Antologi Perempuan Penyair Indonesia Mutakhir (2012) 
  28. Rumah Penyair (2013) 
  29. Pawestren (2013) 
  30. Dari Negeri Poci 4: Negeri Abal-abal (Komunitas Radja Ketjil, 2013; bersama 98 penyair lain) 
  31. PISAU: Antologi 27 Cerpen Perempuan Cerpenis Angkatan 2000 dalam Sastra Indonesia (Delacita, 2015; editor: Korrie Layun Rampan)
Pementasan drama
Trilogi Oedipus
Cabik Titik-titik Hitam
Sumur Tanpa Dasar

Sinetron dan FTV
1 Kakak 7 Ponakan (RCTI, 1996)
Jejak-jejak Kecil (2012)
Ketulusan Kartika (1995)

Penghargaan
Hadiah Sastra Yogya dari Yayasan Sastra Yogya (Yasayo, didirikan oleh Rachmat Djoko Pradopo)
10 Besar Khatulistiwa Literary Award 2013 untuk kumpulan puisi 9 Kubah (sejak 2014 penghargaan ini berganti nama menjadi Kusala Sastra Khatulistiwa)

Sumber: Wikipedia