Home » » Kesetiaan Evi Idawati dalam Berkarya

Kesetiaan Evi Idawati dalam Berkarya

YOGYAKARTA, Jogjareport.com - Selain sebagai kota wisata, Yogyakarta juga terkenal sebagai Kota Sastra. Sejumlah sastrawan dan budayawan lahir dari kota ini. Dari sederetan sastrawan itu ada Evi Idawati yang teguh bertahan di jalan kepenyairan. Sejak muda, perempuan kelahiran Demak 9 Desember 1973 itu memang bertekat untuk bersetubuh dengan dunia sastra dan pernak perniknya.

Evi menapaki kesuksesan dalam karir di dunia sastra dimulai dari anak tangga paling dasar. Bahkan dia mengukir namanya mulai dari mengirimkan karya-karya cerpen dan puisi yang ditayangkan di media lokal — dengan honor seharga esteh dan semangkuk bakso. Namun Evi sadar.. tak ada kesuksesan tanpa berpeluh dan itu semua dijalani secara terus menerus.

Dunia sastra mulai digeluti Evi Idawati sejak tahun 1990-an. Di Yogyakarta, bakat dan minat seni Evi Idawati mendapat wadah untuk berkembang. Di kota ini dia kemudian dikenal sebagai aktris teater dan sinetron, penulis skenario, sutradara, penyair, cerpenis, esais, dan novelis. Karya sastranya terpublikasi di berbagai media massa dan puluhan antologi bersama. Selain itu, Ketua Imagination Space of Art and Culture dan Ketua Imagination School ini juga menerbitkan beberapa novel, kumpulan puisi, dan kumpulan cerpen sendiri.

Selain aktif di dunia sastra, Evi juga aktif di dunia seni peran. Sejumlah sutradara beken seperti Dedi Setiadi merupakan orang yang pernah ikut serta mematangkan kemahirannya bermain peran. Selain itu, Evi pernah juga bermain dalam sinetron komedi 1 Kakak 7 Ponakan yang tayang di RCTI beberapa tahun lalu. Evi Idawati pun berkiprah sebagai sutradara untuk film Telapak Tangan Jonggrang (2010).

Masa kecil Evi Idawati dijalaninya di Kota Demak hingga kemudian hijrah ke Kota Yogyakarta tahun 1991 untuk kuliah di Jurusan Teater Institut Seni Indonesia Yogyakarta. Tahun 2001 Evi Idawati kembali ke bangku kuliah dan memilih belajar di Universitas Ahmad Dahlan Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Tidak merasa cukup dengan pendidikan yang telah ditempuhnya, tahun 2013 Evi mendatangi lagi kampus Institut Seni Indonesia Yogyakarta dan mengikuti kuliah pada program Magister Penciptaan dan Pengkajian Seni di kampus yang berpusat di Jalan Parangtritis itu.

Dalam dunia panggung, Evi Idawati tercatat pernah membacakan puisi Iman Budhi Santosa dalam pagelaran tunggal “Satu Jam Bersama Evi Idawati” di Purna Budaya Yogyakarta (2000), membacakan puisi Abdul Wachid B.S. dalam acara “Cakrawala Sastra Indonesia” di Gedung Kesenian Jakarta (17 September 2004), membaca puisi dalam acara Sastra Bulan Purnama di Museum Rumah Budaya Tembi, membaca puisi dalam Festival Islam Internasional, Muktamar Penyair, Temu Sastrawati Nasional, Pertemuan Penyair Nusantara, Jakarta International Literary Festival 2011, dan lain-lain.[4] Evi Idawati juga pernah tampil di hadapan Susilo Bambang Yudhoyono di Gedung Agung (Istana Negara Yogyakarta) saat jenderal TNI purnawirawan dan guru besar Universitas Pertahanan Indonesia itu masih aktif sebagai Presiden Republik Indonesia.


Evi Idawati