Home » » Evi Idawati Luncukan VCD Pembelajaran Sastra

Evi Idawati Luncukan VCD Pembelajaran Sastra

Foto: Warisman/KR
KRjogja.com - SETIAP gerak di atas panggung harus jelas konsepnya. Jadi ketika membaca puisi juga harus jelas, setiap gerak harus ada maknanya. Gerak jangan hanya agar ketika difoto terlihat dahsyat, demikian disampaikan oleh penyair Evi Idawati dalam peluncuran VCD Pembelajaran Sastra produksi Rumah Bahasa dan Sastra Balai Bahasa Yogyakarta (BBY).

"Saya menangis, ada pembacaan puisi diiringi musik dangdut sambil penyanyinya megal-megol. Boleh saja pembacaan puisi diiringi musik dangdut atau musik apa saja, akan tetapi disesuaikan dengan puisi yang dibacakan. Lagu yang dibawakan konsepnya harus jelas, demikian pula gerak dari si pembaca puisi," kata Evi Idawati di BBY dan didampingi Landung Simatupang termasuk guru pelajaran Bahasa Indonesia SMP-SMA.

Menurut Evi, kehadiran musik dan kostum untuk menguatkan puisi tersebut, bukan malah merusak. Puisi membawa pesan, dan penafsiran puisi memang terpengaruh oleh pemahaman seseorang. Dia tidak menolak pembaharuan sepanjang pembaharuan itu untuk kebaikan untuk memperindah penampilan puisi tersebut. Evi juga yakin apapun yang terjadi di Indonesia puisi akan tetap hadir. Pada akhir acara, Evi Idawati juga membacakan salah satu puisi dengan duduk.

Semenatar Landung Simatupang mengakui durasi VCD yang hanya 20 menit kurang memenuhi kebutuhan semuanya. Baginya yang penting saat peluncuran tesebut adalah masuk dari para guru yang hadir. Terkait dengan pembaharuan dalam pembacaan puisi, mestinya memang penyair merasa senang kalau ada pihak luar ikut memperkenalkan puisi lebih luas lagi. (War)


Evi Idawati